Kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi dan menimpa pada beberapa daerah yang sering kita dengan baik melalui media visual maupun audio, memungkinkan bagi kita untuk kembali mengernyitkan dahi.
Ditengah hingar bingar dan kegemilangan yang terjadi, masih ada saudara-saudara kita yang kedinginan, bingung mencari tempat berlindung, berteduh atau bahkan mengupayakan kehidupan dengan mencari makan. Bagaimana reaksi kita melihat hal ini? cukup dengan mengatakan "saya / kami merasa prihatin dengan keadaan tersebut" ataukah ditengah gelegak canda dan tawa menyatakan "untung bukan kami atau daerah kami yang terkena".
Bencana kerap menjadikan solidaritas manusia menjadi terpupuk, atau bahkan bagi orang yang keras hati akan menyatakan " itu bukan urusan saya". Pada umumnya dengan kejadian yang tidak biasanya yang mengiris serta merobek-robek sisi manusiawi dan keprihatikan manusia, manusia akan dihadapkan pada dirinya sendiri, bilamana dan bagaimana jika itu menimpa dirinya?
Jika kejadian yang memilukan manusia, mau tidak mau, jika anda hidup sebagai manusia normal, maka sisi kemanusiawian anda akan berontak, bergejolak dan mencerca, adilkah ini? dimana keadilan Tuhan? Mengapa banyak orang sukses sekaligus banyak orang tidak mampu juga menjadi korban "kebinasaan dan kebiadaban" Dimana campur tangan-Mu?
Ditengah hingar bingar dan kegemilangan yang terjadi, masih ada saudara-saudara kita yang kedinginan, bingung mencari tempat berlindung, berteduh atau bahkan mengupayakan kehidupan dengan mencari makan. Bagaimana reaksi kita melihat hal ini? cukup dengan mengatakan "saya / kami merasa prihatin dengan keadaan tersebut" ataukah ditengah gelegak canda dan tawa menyatakan "untung bukan kami atau daerah kami yang terkena".
Bencana kerap menjadikan solidaritas manusia menjadi terpupuk, atau bahkan bagi orang yang keras hati akan menyatakan " itu bukan urusan saya". Pada umumnya dengan kejadian yang tidak biasanya yang mengiris serta merobek-robek sisi manusiawi dan keprihatikan manusia, manusia akan dihadapkan pada dirinya sendiri, bilamana dan bagaimana jika itu menimpa dirinya?
Jika kejadian yang memilukan manusia, mau tidak mau, jika anda hidup sebagai manusia normal, maka sisi kemanusiawian anda akan berontak, bergejolak dan mencerca, adilkah ini? dimana keadilan Tuhan? Mengapa banyak orang sukses sekaligus banyak orang tidak mampu juga menjadi korban "kebinasaan dan kebiadaban" Dimana campur tangan-Mu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar