Manusia dengan kemanusiawianya diciptakan segambar dan secitra dengan Allah. Ketika manusia dihadapkan pada kemanusiaannya, yang tampak harusnya citra Allah sendiri yang melingkupi dan menaungi manusia itu sendiri. Ketika manusia dihadapkan pada keputus asaan dan tidak adanya harapan, Dia sendiri yang akan membimbing jalan menuju pada harapan itu sendiri. Lantas ketika dia dihadapkan pada ketidak adilan dan carut marut yang terjadi, seharusnya, manusia bisa melihat citra Allah yang mengedepankan saling menghormati dan menghargai. Mengapa sikap tersebut susah sekali diterapkan ketika manusia tidak lagi mengedepankan citra dan gambar Allah dalam hidupnya ?Satu pertanyaan bagi manusia secara umum, citra Allah yang mendominasi perilaku dan sikap manusia, ataukah manusia sengaja menciptakan paradigma berpikir gambar tersebut?
Allah serupa dengan manusia, mengapa manusia tidak memunculkan dan mengedepankan sikap dan citra Allah tersebut pada perilakunya? Jawabnya hanya ada pada diri kita sendiri. Selamat menjadi manusia yang manusiawi...
1 komentar:
Salam kenal,
ketika manusia sadar bahwa dia secitra dengan Allah, maka dia akan berperilaku seperti layaknya Anak Allah. Sayang, banyak manusia yang tidak sadar dia adalah Anak Allah maka tindakannya tidak mencerminkan tindakan Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Posting Komentar