Mengacu pada History, orang dihadapkan pada sejarah dan pembentukan tata hidup dalam menghadapi apa yang sudah terjadi. Melalui sejarah orang dihadapkan pada masa lalu, apa yang sudah dilakukan juga tindakan-tindakan pemakluman dari citra diri yang kondusif bagi hidupnya.Berhadapan dengan harapan, serasa bahwa dia terputus dengan masa lalu, karena dia mengalami masa sekarang,saat ini dan apa yang dia upayakan untuk hidupnya, tindakannya sekarang, pendek kata segenap kemampuan tercurah dan berimbas pada saat ini.
Harapan mengedepankan pemakluman/ pengejawantahan dari masa lalu, yang telah terjadi, dan masa sekarang, yang sedang terjadi. Baik masa lalu maupun saat ini, memungkinkan bagi orang untuk melihat kehidupan akan harapan/ masa yang akana datang.
Setiap orang punya tujuan pada hidupnya, setiap orang memungkinkan untuk melakukan dan menjalani hidupnya dengan sungguh-sunguh,namun harapan tampak akan sekaligus menjadi sesuatu yang absurd jika tidak diresapi oleh saat ini. Setiap orang merupakan produk masa lalu, namun untuk menjadi nilai positif, orang juga harus melihat masa sekarang. Pemaknaan akan masa depan/ harapan menjadikan masa kini lebih hidup dan berkembang, hal ini berarti peresapan dan pemaknaan masa kini juga turut menetukan masa depan/ harapan.
Suatu pemikirin bagi kita bersama jika secara kompleks orang mulai mengoptimalkan kehidupan dan juga pemaknaan akan memori dan saat ini, maka harapan bukan lagi dilihat sebagi awang-awang atau bahkan sebagai sesuatu yang jauh, namun harapan sebahai tahap pemakluman kemanusiawian manusia itu sendiri.
Harapan mengedepankan pemakluman/ pengejawantahan dari masa lalu, yang telah terjadi, dan masa sekarang, yang sedang terjadi. Baik masa lalu maupun saat ini, memungkinkan bagi orang untuk melihat kehidupan akan harapan/ masa yang akana datang.
Setiap orang punya tujuan pada hidupnya, setiap orang memungkinkan untuk melakukan dan menjalani hidupnya dengan sungguh-sunguh,namun harapan tampak akan sekaligus menjadi sesuatu yang absurd jika tidak diresapi oleh saat ini. Setiap orang merupakan produk masa lalu, namun untuk menjadi nilai positif, orang juga harus melihat masa sekarang. Pemaknaan akan masa depan/ harapan menjadikan masa kini lebih hidup dan berkembang, hal ini berarti peresapan dan pemaknaan masa kini juga turut menetukan masa depan/ harapan.
Suatu pemikirin bagi kita bersama jika secara kompleks orang mulai mengoptimalkan kehidupan dan juga pemaknaan akan memori dan saat ini, maka harapan bukan lagi dilihat sebagi awang-awang atau bahkan sebagai sesuatu yang jauh, namun harapan sebahai tahap pemakluman kemanusiawian manusia itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar