Rabu, 30 Januari 2008

Manusia yang menyejarah

Dalam hidupnya manusia mengalami apa yang disebut dengan masa lalu atau lampau. Masa lampau tidak mereduksi manusia menjadi pribadi yang terpecah dengan masa sekarang yang dijalani / dihidupi.

Masa lampau yang dialami itu berkisar pada tataran ide atau "ingatan" juga dalam tindakan atau "kenangan". Masa lalu dilihat sebagai sejarah,pengalaman yang telah terjadi. Pengalaman ini memuat ingatan sekaligus kenangan akan kejadian / peristiwa, mengenai seseorang/pribadi.

Sebagai sejarah, manusia atau benda apapun yang mengalami akan disebut sebagai menyejarah. Sejarah tidak hanya melibatkan pribadi/personal, melainkan juga benda atau tempat.
Sejarah dapat menjadi bernilai hanya karena pemaknaan dari manusia tersebut. Pemaknaan itu timbul dari permenungan dan keterlibatan manusia dari kepekaan dan kepedulian memaknai kehidupan, pribadi dan juga pengalaman / kejadian.

Permenungan manusia sampai kepada nilai sejarah jika ia mampu untuk menghargai dan menghormati peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang telah terjadi tersebut akan menjadi "gaung" dari pemaknaan dan permenungan sejarah yang dimaknai manusia. Kontinuitas itu menjadi suatu mata rantai yang berlangsung terus menus dan tidak berkesudahan.

Tidak ada komentar: